Mencuri Perhatian Dunia lewat Asian Games 2018

Tentang Asian Games 2018 – Jujur ya, Ane sebenarnya adalah salah satu orang yang paling nggak setuju dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia. Alasannya sederhana, karena menurut kacamata pribadi Ane kondisi (pembangunan, ekonomi dan masyarakat Indonesia) saat ini sedang nggak siap untuk itu. jadi takutnya dengan adanya event berskala internasional sebesar ini keuangan Pemerintah jadi memburuk. Kan serem jadinya.
Perlu untuk diketahui, Asian Games itu adalah gelaran Olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade loh. Jadi untuk penyelenggaraannya kita nggak boleh setengah-setengah, karena itu menyangkut harga diri bangsa juga. Tentu kita nggak mau dong Indonesia di bully karena ketidak siapannya sebagai tuan rumah.
“Fiuuh… berarti berapa banyak yang harus dihabiskan untuk Asian Games 2018 ya..?”

Ekhem.. tapi walaupun termasuk orang yang menentang, Ane juga ingin loh menjadi salah satu orang yang menyaksikan pembukaan Asian Games 2018 ^_^
Loh… loh…? Kok begitu?
Ya…. karena Asian Games ini adalah salah satu momen langka yang jarang sekali ditemukan. Bayangkan saja Sobat, terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah itu adalah pada tahun 1962. Sudah lama sekali bukan?! Baca lebih lanjut

Iklan

Sebotol Natsbee Honey Lemon Untuk Awal Kebangkitan Lombok

Udara pagi itu begitu menyegarakan, aroma tanah yang basah sangat harum bagi Ane. Maklum saja musim kemarau yang melanda Indonesia tahun ini telah membuat Ane banyak berubah, maaf bukannya ‘Lebay” tapi memang itu faktanya. Musim panas kali ini memang super sekali efeknya pada tubuh dan lingkungan sekitar, karenanya wajar dong jika Ane kemudian menganggap aroma tanah yang khas itu begitu spesial.
“Slruup…”
Saat jarum jam menunjuk angka 7 matahari biasanya sudah muncul dengan gagahnya, namun untuk pagi ini sepertinya ada pengecualian, sang mentari tampaknya masih asyik bersenda gurau dengan sekelompok awan dibagian timur rumah. “aah… pemandangan yang simpel sebenarnya, tapi sungguh indah”

Jadwal kegiatan aku sekeluarga di hari minggu itu cukup padat, tapi jangan salah ya padatnya bukan karena kami akan pergi kesuatu tempat justru sebaliknya kami Cuma diam dirumah. Adapun kegiatanya yang membuat kami sibuk itu adalah proses menyiapkan beberapa bantuan dan memilah pakaian yang akan disumbangkan kepada korban Gempa yang terjadi di kabupaten Lombok Utara 1 beberapa hari sebelumnya.
Selain menyiapkan barang-barang sumbangan, adik Ane juga diminta oleh pihak kampusnya untuk menjadi “Healing Trauma” kepada anak-anak korban gempa di KLU. Jujur saja Ane bangga dengan apa yang dilakukannya, Semangat sist!

Malamnya, selepas shalat Isya Ane langsung buru-buru mengambil Laptop. Ane lupa kalau ada deadline artikel yang harus dikirimkan malam itu. karenanya Agar bisa lebih fokus serta menghindari gangguan, pekerjaan artikel pun Ane lakukan dalam kamar. Bahkan untuk membuat kondisi benar-benar steril Pintu kamar yang ada di depan dan belakang juga Ane kunci. “Yups.. ini adalah kondisi paling ideal untuk menulis”
Belum 10 menit membuka laptop tiba-tiba seluruh isi kamar Ane berguncang. Dinding disekeliling kamar seakan bergoyang.
“Gempa…! Gempaa…!” terdengar suara teriakan dari luar. Kaget setengah mati, Ane pun langsung berlari. Sialnya Ane kesulitan membuka pintu karena semuanya terkunci.

Sesampainya diluar, bukannya kondisi melegakan yang Ane dapatkan. Sebaliknya suasana makin mencekam karena dengan “mata kepala” sendiri Ane melihat semua bagunan, pepohonan hingga tanah yang dipijak pun bergoyang sedemikian rupa. Suara-suara teriakan dan takbir terdengar dari setiap penjuru kala itu.
Selain karena guncangannya yang besar, Satu hal lagi yang membuat masyarakat Lombok panik luar biasa adalah durasi gempa itu. bayangkan saja Sobat, semenjak Ane dari dalam rumah yang terjebak karena kunci hingga sampai di tanah lapang gempa itu masih saja terjadi. Jika dihitung Mungkin hampir 50 detik durasinya. Gila…, sungguh menakutkan.

Ane yakin Malam itu hampir seluruh penduduk Lombok tidak bisa tidur, semua Siaga 1, pasalnya selepas gempa besar tersebut terjadi kembali puluhan kali gempa susulan yang cukup besar.

Esok paginya…
Ane sekeluarga memang bisa bernafas lega karena berada di daerah yang bukan dari inti gempa, namun tidak demikian dengan mereka yang berada di KLU, hampir 90% bangunan disana rusak, Listrik padam, Fasilitas umum terganggu hingga suplai air bersih terhambat. Astaga…

Siapa yang menyangka kalau bencana gempa yang melanda Lombok itu termasuk dalam kategori lama (sekali). Bayangkan saja Sobat, semenjak gempa besar pertama hingga 3 minggu setelahnya gempa susulan masih saja terjadi. BMKG bahkan menghintung kurang lebih 800 kali gempa susulan yang terjadi.

Kini… pelan tapi pasti Lombok mulai bangkit. Tapi tentu tak semudah membalik telapak tangan. Banyak sekali yang harus dikerjakan di tempat ini mulai dari membenahi bangunan, membangun semangat hingga membuang kumpulan ‘Toxic’ yang mengganggu pola pikir masyarakat Lombok saat ini.
Sebentar, Toxic Pola pikir..?
Ah.. iya, definisi Toxic di artikel ini mungkin berbeda dengan “Toxic” atau racun yang dibahas oleh teman-teman pada umumnya. Racun pikiran atau pola pikir yang salah, itu adalah maksud dari istilah “Toxic” disini.
Kenapa tidak membahasi “Toxic” seperti pada umumnya? Apakah di Lombok tidak ada?
Jelas ada Sobat, hanya saja Racun yang ada pada udara, air atau pada berbagai makanan itu saat ini bukanlah menjadi prioritas. Gempa susulan yang bisa datang setiap saat jauh lebih penting daripada mengurusi hal seperti itu.

Tapi beda halnya dengan “Toxic” yang mengganggu pola pikir masyarakat saat ini. Inilah yang harus dibersihkan secepat mungkin.
Kenapa?
Karena Toxic ini membuat orang tak berani melakukan sesuatu
Karena Toxic ini membuat orang selalu berpikir negatif
Karena Toxic ini membuat orang mudah dimanipulasi

Percaya atau tidak, disaat saudara-saudari sepulaunya tengah dilanda musibah, masih ada saja orang yang memanfaatkan keadaan tak menentu tersebut untuk berbuat jahat seperti mencuri. Para pencuri itu biasanya mengincar rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya untuk mengungsi. Sungguh Tega benar mereka.

Menjaga pikiran agar tetap tenang saat ini memang tidak mudah, pasalnya sebagian besar orang yang berada dilingkungan terdekat kita terkadang berada dalam kondisi kalut dan tak tenang. Karena itu kita tidak bisa terlalu berharap pada orang lain. Kita sendirilah yang harus aktif menjaga kesehatan pikiran.
“Beribadah” adalah salah satu cara pertama.
Cara kedua adalah dengan menemukan media yang membuat rileks/tenang. Kalau Ane pribadi sih dengan cara makan atau minum. Nah.. salah satu yang menjadi rekomendasi adalah Natsbee Honey Lemon

Sejujurnya sih dalam kondisi saat ini Ane tidak memilih-milih jenis minumannya, hanya saja kandungan madu dan Vitamin C, lemon yang ada di Natsbee Honey Lemon begitu pas, tidak terlalu manis dan tidak terlalu Asem, intinya cocok. Oh iya alasan lainnya karena minuman ini juga mudah ditemukan di toko2 terdekat (dan harganya bersahabat).

2 cara inilah yang membuat Ane bisa tetap berpikir tenang hingga menenangkan warga dalam menghadapi berbagai berita HOAX tentang gempa susulan yang Santer dihembuskan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Mohon doanya ya Sobat Agar Lombok bisa segera bangkit dan berbenah diri.

Maksimalkan Hoki dengan Printer ‘Ink Tank’ Brother

-Saran dari Maestro- Kalau ada pertanyaan “Siapa Sosok yang paling mempengaruhi perjalanan hidup Ane?” maka tanpa pikir panjang Ane akan menjawab “Bob Sadino”. Sosok eksentrik yang dikenal dengan gaya berpakaiannya yang santai ini benar-benar telah memberikan pemahaman baru untuk Ane. Sebuah pola pikir yang selama ini nggak pernah terlintas di dalam keluarga Ane yang notabene PNS.
Heheh.. Sobat tentu tahu Pola pikir apa yang Ane maksud..
Ya itu adalah menjadi “Wirausaha”
“Jadikan Hobi menjadi Bisnis”
Begitu kira-kira point yang sering Ane tangkap dari perkataan beliau, karena itu sebagai fans berat tanpa pikir panjang Ane pun segera melakukan apa yang disarankan oleh Sang Maestro.

-Memulai Usaha Pengetikan dan Cetak Foto.- Karena hal yang paling Ane sukai itu adalah menulis dan mengutak atik foto, maka dengan memberanikan diri Ane mencoba melobi Nenek untuk mendapat dukungan dana, dan Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Selang beberapa minggu kemudian Usaha Pengetikan dan Cetak Foto yang Ane kelola pun berdiri.
Sst.. Ane nggak main-main loh menjalankan usaha ini, bahkan saking niatnya Ane nggak mau pakai Printer murah yang  biasa dipakai jasa pengetikan  standar saat itu.
Wow…

-Mitos tentang Printer.- Dulu pernah ada informasi yang menyebutkan kalau kualitas Printer multifungsi itu lebih rendah daripada printer biasa (print only), memang sih nggak jelas asal usulnya, tapi Ane nggak mempedulikan hal itu. Buat Ane informasi tetaplah informasi, dan informasi harus disampaikan. Dan begitulah akhirnya… jika ada orang yang bertanya tentang printer maka Ane akan aktif menyebarkan info tersebut.
Memangnya ada yang percaya?
Hohoho.. jangan salah, teman-teman sekampung waktu itu percaya banget dengan apa yang Ane sampaikan.
Kok bisa?
Jelas dong, secara Ane kan buka jasa Pengetikan dan Cetak foto, jadi secara nggak langsung Ane dianggap mumpuni dalam bidang printer. hohoho…  #MaafkanAneYangDulu Baca lebih lanjut

3 Alasan Kenapa Paket Halal Tour Jepang Royal Indonesia Harus Sobat Coba!!

Nasihat dan nasihat….

Itulah yang Ane selalu dapatkan dari orang-orang terdekat tiap kali mereka mendengar niatan Ane yang pengen banget pergi ke jepang.

Nasihat seperti apaan tuh..?

Macem-macem Sob, intinya tentang berbagai kesulitan yang bakal Ane alami seandainya ngotot pergi ke jepang nanti, ya kira-kira Seperti ini nih nasihatnya:

“di Jepang itu sulit cari makanan halal loh…!”

“Ente bakal kesulitan untuk Shalat disana, karena di jepang itu nggak ada masjid!”

“Kalau nggak bisa bahasa jepang, Ente nggak bisa ngapa-ngapain disana!”

Nah.. Apa Sobat juga pernah dinasihati seperti itu…? ^_^

Belum pernah sih tapi menurut Ane nasihat yang diberikan itu emang masuk akal juga loh

Yups, Ane juga sangat berterimakasih dengan nasihat itu, karena mereka sebenarnya mereka khawatir dengan Ane. Tapi… sebagaimana pepatah bijak yang berkata “tak kenal maka Tak Sayang” Ane juga merasa perlu untuk menjelaskan kepada Sobat sekalian tentang kondisi jepang saat ini yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Benarkah…?

Yups…

Bahkan Saat ini, di negara kita yang mayoritas muslim pilihan liburan ke Jepang telah menjadi destinasi favorit yang banyak diminati orang loh.

Masa sih…?

Serius! Karena hal itu pula kini mulai banyak bermunculan agen travel yang menawarkan paket perjalanan Travel  Tour Wisata Jepang. Baca lebih lanjut

Horee…! Akhirnya sikeren All New Ertiga Hadir di NTB

Mataram, 26 Mei 2018.

Ada nuansa berbeda yang terasa sore ini di Epicentrum Mall Mataram.  Bagaimana tidak? ratusan orang tampak terus memadati atrium utama tempat digelarnya acara fashion show yang disponsori oleh Suzuki CAKRA MOBILINDO.

Ada apakah gerangan?

Suzuki Lombok punya hajatan besar kawan.

Jadi tanggal 26 mei yang jatuh pada hari Sabtu itu, dealer utama penjualan mobil Suzuki di NTB akan melaunching produk teranyarnya yang selalu menjadi favorit dikalangan pecinta mobil MVP.

Jadi apakah Sobat sudah tau apa yang Ane maksud…?

Yups.. itu adalah Suzuki All New Ertiga

Setelah sebelumnya PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan All New Ertiga pada hari pembukaan Indonesia International Show (IIMS) 2018 (19/4) lalu, kini masyarakat NTB sudah bisa merasakan kehebatan Suzuki All New Ertiga dijalanan Kota mataram. Baca lebih lanjut

Hari Gini Nggak Cinta dengan Mata? Apa Kata Dunia…?!!

Percaya nggak kalo apa yang diucapkan oleh tokoh komik di atas adalah fakta?

yang khasiat foto mantan itu…?

Yups…

Ah… bohong!

Ane Serius loh, kalau mau tau penjelasannya baca artikel ini sampai habis ya…, ntar Sobat pasti bakalan paham maksud Ane ^_^

……?!

…………………………………………

Hari jumat tanggal 25 mei 2018, Ane dan teman-teman blogger lainnya diundang untuk mengikuti acara “Lokakarya Kesehatan Mata bagi Blogger” oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Dalam acara yang membahas tentang berbagai kelainan dan penyakit Mata ini menghadirkan Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi NTB: Dr. Zainul Arifin, M.PH, Kasi Promosi Kesehatan Dinas Provinsi NTB: Dudut Eko Juliawan, SKM., MPH dan dari Yayasan FHF  Novia Purnamasari sebagai narasumber.

Jujur saja Durasi acara yang dilangsungkan di Aula Dikes ini memang terbilang singkat, namun walau begitu ada banyak sekali informasi yang bisa Ane dapatkan dalam kesempatan itu.

Share dong….

Pastinya Sob, sebagai blogger yang baik dan rajin menabung Ane pasti bakalan bagi info kerennya kepada Sobat sekalian. Oke deh kalau begitu langsung aja ya, Cekibrot:

~*Fakta Penyakit Mata

Baca lebih lanjut

KARENA BAHAGIA ITU SIMPEL, NGGAK PERLU SERBA MAHAL UNTUK MERAYAKANNYA

Ane mau tanya nih….

Apaan…?

Kalau mendengar kata “Perayaan” apa yang kemudian terlintas di benak Sobat?

Makan-makan, Kue Ulang tahun, Gadget Baru dan yang mirip-mirip seperti itulah….

Wah… ternyata dari definisi “Perayaan” aja, ada banyak pemikiran unik yang muncul yaa ^_^

Emangnya kalo menurut Ente, makna “Perayaan” itu apa…?

“Simpel dan Hepi”

Itu aja…?

Yups….

Lah… kalo begitu bukan perayaan dong namanya, secara yang namanya perayaan itu kan biasanya melibatkan banyak orang dan biaya.

Waduh… Ente kebanyakan nonton tayangan tv yang nggak jelas nih.. 😀  Yang namanya perayaan itu kan sejatinya adalah cara/tindakan/metode yang dilakukan untuk mengapresiasi sesuatu. Jadi nggak masalah bagaimanapun cara Sobat melakukannya (nggak mesti mahal loh ya) pokoknya selama syaratnya dan maksudnya terpenuhi tetap bisa disebut “perayaan”

 Emang.. bentuk perayaan yang sering Ente lakukan itu apa aja sih…? Jadi penasaran….

Eits… walaupun simpel tapi perayaan yang Ane lakukan itu banyak macemnya loh…

Kok bisa…?

Bisa dong, karena ada banyak momen disekitar Ane yang layak untuk dirayakan.

Cih… bohong banget

Gak percaya…? Oke deh Ane jelasin apa aja jenis Perayaan yang rutin Ane lakukan.

*-Perayaan Ungkapan terimakasih

Sebagai mahluk Sosial kita tentunya nggak bisa selamanya berdiri sendiri, pasti ada suatu masa dimana kita membutuhkan bantuan orang lain. Nah… untuk kasus Ane Proses pengambilan foto adalah yang nggak bisa dilakukan sendiri.

Karena selama ini yang Jadi Photographer  adalah Adik Ane (yang hobinya nonton drakor) salah satu cara yang paling sering Ane lakukan untuk merayakan selesainya proses foto adalah dengan membelikan makanan yang ingin dia cicipi (biasanya sih itu makanan yang sering muncul di drakor atau variety show korea).

Makanan seperti Apa yang Ente maksud..?

Mie “Nongshim Shin Ramyun”

Baca lebih lanjut