Covid-19 dan 1001 Hikmah dibaliknya

Saya mau tanya nih, Apa sih yang terlitas di benak sobat saat mendengar kata “Ramadan?”

Apakah “Baju Baru? THR…? Mudik? Atau mungkin Opor Ayam..? iya kan…?!

Kalau jawaban saya sih pastinya adalah “Puasa, Shalat Terawih berjamaah di masjid, Buka bersama, Ngabuburit bareng Teman-teman, Berburu Takjil, serta safari Ramadan alias kunjungan ke rumah Keluarga dan family Gebetan pastinya hehehe….

Tapi sayangnya apa yang saya bayangan itu tampaknya hanya bisa terwujud hanya di tahun-tahun sebelum 2020 saja, karena pasca merebaknya pandemi Covid-19 di tanah air dan seantero dunia suasana yang terasa di Bulan Ramadhan pun menjadi ikut berubah.

Jauh… sangat jauh sekali perubahan yang terjadi antara Ramadhan 2020 ini dengan Ramadhan di tahun – tahun sebelumnya.

Bayangkan saja berbagai macam aktivitas yang biasanya umum di kerjakan saat bulan Ramadan seperti :Shalat Terawih berjamaah di Masjid, berkumpul dengan teman untuk Buka bersama, hingga ‘itikaf di tempat Masjid/Musholla menjadi sulit untuk dilakukan.

Kecewa…?

Jelas saya sangat kecewa, akan tetapi saya juga paham pasti tak mudah bagi pihak berwenang untuk membuat peraturan di saat bulan yang dinatikan umat muslim tiba.

Jika Sobat ingin mencari yang di salahkan maka Covid-19 adalah sosok itu. virus inilah yang membuat pemerintah kemudian menerapkan kebijakan “tak biasa” membatasi jarak di Bulan Ramadhan.

Sobat tentu tahu kalau cara terbaik untuk memutus penyebaran virus Corona yang super cepat itu adalah dengan mengurangi /mencegah aktivitas berkumpul pada satu tempat.

Jadi mari tetap berpikir positif Sobat, bukankah lebih baik Mencegah agar dampak yang ditimbulkan di kemudian hari dapat diminimalisasi.

Selain perubahan metode ibadah, ternyata masih ada banyak lagi perubahan yang ekstrim seperti Aktivitas belajar mengajar di sekolah/kampus di liburkan, kegiatan perkantoran di set ulang, aktivitas jual beli offline di minimalisasi hingga larangan untuk Mudik ke kampung halaman.

“Arrrgh…..!”

Saya kesal dengan suasana yang terjadi saat ini,  akibatnya anjuran “di rumah aja” yang di sosialisasikan oleh pemerintah pun menjadi tak efektif lagi karena justru semakin membuat saya “kesal dan Bosan”.

Tapi itu dulu…., sebelum saya sadar betapa beruntungnya saya…

Sebagai blogger, anjuran dari pemerintah untuk “bekerja dari rumah” sebenarnya bukanlah hal yang baru karena saya telah terbiasa untuk melakukannya. Namun apa yang saya alami rupanya sangat berbeda dengan saudara-saudara sebangsa yang lain. JBerada di rumah ternyata mampu menghentikan bahkan mematikan jalur rezeki yang mereka terima, astaga…..

Saya malu…

Melihat fakta yang tengah terjadi di seluruh penjuru dunia membuat saya malu, bagaimana tidak? di tengah banyaknya orang mengalami masalah akibat terputusnya mata pencaharian mereka saya malah bermalas-malasan dalam melakukan pekerjaan sembari mengutuki kondisi saat ini.

Sedangkan di luar sana masih banyak orang yang berjuang mati-matian untuk dapat kembali aktif bekerja walaupun di tengah pandemi.

Ya Rabb, maafkan atas kekhilafan saya..

Ceritaku Dari Rumah

Kini setelah paham atas kesalahan yang di perbuat, saya berusaha memanfaatkan waktu di rumah untuk “Memaksimalkan rasa syukur yang saya terima”

Eh.. maksudnya…?

Jadi saya baru sadar, kalau selama ini saya ternyata terlalu banyak iri terhadap apa yang diperoleh orang lain, padahal apa yang saya terima pun sebenarnya juga sangat hebat. Karena itulah saya berusaha untuk terlebih dahulu fokus mengembangkan apa-apa yang dimiliki, kemudian mengasahnya agar semakin hebat hingga mampu memberikan manfaat dan Kebaikan kepada banyak orang.

Apa contohnya…?

komik, saya sangat mencintai dunia komik, namun harus di akui kalau kemampuan saya untuk membuat berbagai karakter dan cerita masih terbatas. Selama masa “Bekerja dirumah” ini di berlakukan saya berusaha meningkatkan skill dalam menggambar dan membuat cerita. Impian saya adalah mampu membuat komik yang mampu memberikan motivasi  orang-orang untuk berlaku positif. Doakan semoga bisa segera terwujud ya Sobat.

Ah iya, selama merebaknya Covid-19 ini saya juga jadi tahu kalau ternyata metode untuk  berbuat Kebaikan semakin bervariasi dan mudah untuk dilakukan.

Bayangkan saja hanya dengan bermodal smartphone saja Sobat sudah dapat melakukan pembayaran Zakat fitrah dan sedekah. Bahkan ketika kesulitan dalam penyalura barang/uang untuk Zakat Sobat bisa meminta bantuan lembaga yang kompeten, cukup telepon dan petugas zakat akan datang untuk menjemput Zakat.

Semua layanan itu bisa Sobat dapatkan melalui Dompet Dhuafa. Tak perlu ragu dengan lembaga ini, karena Dompet Dhuafa telah terbukti sebagai yang terbaik.

akhir kata, mari tetap berpikir postif Sobat, walaupun berada dalam masa pandemi pasti ada hikmah yang bisa kita dapatkan.

Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat positif kepada Sobat pembaca, Salam Blogger dan salam Hoki.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition “Ceritaku Dari Rumah” yang diselenggarakan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close