Kenalan dengan UPT Unsyiah Yuk, Perpustakaan Kekinian yang Anti mainstream!

Hayo jujur Sobat,

Ketika mendengar kata ‘Perpustakaan’, gambaran apa sih yang langsung terlintas di benak kalian…?

Apakah…

  • Suatu tempat dengan kumpulan buku yang luarbiasa banyaknya?
  • Sebuah Ruangan dengan Rak dan meja besar yang berjejer?
  • Atau malah sebuah kawasan dimana penjaga dan pengunjungnya berwajah serius? (hahaha saya sungguh berharap Sobat tidak berpikiran seperti ini ^_^)

Setiap orang punya gambaran tersendiri mengenai ‘Perpustakaan’ dalam otaknya, alasannya? Tentu saja karena pengalaman, lingkungan serta informasi yang diterima juga berbeda. Orang yang pernah mengunjungi perpustakaan besar di kota tentu mempunyai interpretasi yang berbeda dengan orang yang hanya pernah mengunjungi Perpustakaan di desa, iya kan….?

Akan tetapi walaupun perpustakaan yang di kunjungi setiap orang berbeda ternyata ada juga loh persamaan yang di dapatkan. Jadi beberapa waktu lalu Saya sempat menanyakan kepada teman-teman yang ada di berbagai daerah lewat sosmed mengenai ‘definisi perpustakaan’ menurut mereka, dan hasilnya sebagian besar masih menganggap kalau “Perpustakaan itu sebatas tempat mencari buku dan  membaca saja.”

Loh.. benar kan? bukankah memang itu fungsi dari perpustakaan?

Yups… tak ada yang salah memang, saya pun pernah berpikir demikian, hanya saja itu beberapa waktu lalu, sebelum saya mengenal UPT. Perpustakaan Unsyiah.

Eh.. Perpustakaan Unsyiah? Apa itu?

UPT Unsyiah adalah nama Perpustakaan Zaman ‘Now’ yang berada di Universitas Syah Kuala Banda Aceh. Menariknya perpustakaan ini punya banyak inovasi keren yang mungkin belum dapat Sobat temukan pada Perpustakaan Kota lainnya.

Tidak percaya? Yuk mari kita berkenalan dahulu dengan Perpustakaan Anti mainstream ini.

 

Dari mata turun ke Hati

Jatuh cinta pada pandangan pertama itu ternyata benar-benar ada loh, dan saya adalah orang yang pernah mengalaminya.

Tertampar Visual, yups.. terpesona adalah awal mula saya suka dengan Perpustakaan ini. ngomong-ngomong visual yang saya maksudkan disini bukanlah pada tampilan gedungnya ya melainkan pada wajah dan ekspresi para pengunjung yang ada dalam perpustakaan.

Entah mengapa saya merasa ekspresi yang di tampilkan mereka saat berada di perpustakaan tampak begitu hidup, aktif dan bersemangat. Dengan melihat wajah pengunjung yang antusias seperti ini saya jadi bisa tahu kalau mereka benar-benar merasa nyaman berada di dalam Perpustakaan.

sekedar info untuk Sobat, UPT. Perpustakaan Unsyiah ini usianya sudah setengah abad loh karena pertama kali didirikan pada tahun 1970. Menariknya perpustakaan yang beralamat di Jalan T.Nyak Arief Kampus Unsyiah, Darussalam Banda Aceh ini dahulu ternyata sempat berpindah lokasi beberapa kali, hingga pada akhirnya di tahun 1994 berhasil memiliki gedung sendiri. Kini Gedung Perpustakaan Unsyiah berdiri Gagah bersanding dengan Kantor Pusat Administrasi (KPA) Unsyiah.

Oke.., oke…, saya setuju dengan tampilan visual, tapi bukankah pengakuan itu belum cukup untuk menyebut UPT .Unsyiah sebagai  “Perpustakaan Antimainstream”

Yups.. Sobat benar, karena memang bukan tampilan visual yang membuat Unsyiah berbeda, melainkan isinya. Yuk kita lihat beberapa hal keren yang ada dalam Perpustakaan ini:

Koleksi Buku yang lengkap

Sebagai perpustakaan yang terletak di lingkungan akademik tentu mengharuskan Unsyiah memiliki koleksi buku serta berbagai informasi yang lengkap untuk digunakan mahasiswa dan pengunjung lainnya dalam mengumpulkan data.

Di Perpustakaan Unsyiah pengunjung bisa dengan mudah menemukan berbagai koleksi pustaka sebagai acuan dan sumber data. Setidaknya, ada 75.114 judul koleksi (masih terus bertambah) yang terdiri dari berbagai macam bentuk seperti: buku, jurnal, laporan akhir, skripsi, tesis, disertasi, majalah, referensi, laporan penelitian, hingga CD-ROM. Tak ketinggalan referensi dalam bentuk dokumentasi.

Point Antimainstream nya:

Sebagai Perpustakaan yang Memiliki visi “menjadi pusat informasi ilmiah terkemuka dan berdaya saing di Asia Tenggara.” Membuat UPT. Unsyiah melakukan banyak inovasi seperti:

-[]- Memiliki Waktu buka yang panjang -[]-

Di Unsyiah pengunjung dapat mengakses informasi seharian karena Perpustakaan ini punya waktu operasi yang  cukup panjang.

  • Senin – Kamis: buka dari pukul 08.45 sampai pukul 23.00
  • Jumat: buka  pukul 08.45-12.00. Kemudian buka lagi dari pukul 14.00-23.00
  • Sabtu: buka dari pukul 08.45-18.30
  • Minggu: buka dari pukul 14.00 – 18.30

-[]- Peminjaman & Pengembalian Buku Mandiri -[]-

Ini nih inovasi paling keren menurut saya,

Bayangkan saja, yang melayani Sobat saat meminjam dan mengembalikan buku Di UPT. Perpustakaan Unsyiah itu adalah mesin,

Mesin?

iya… benar Sob, kamu tidak salah baca ^_^

Jadi di Unsyiah ini terdapat mesin interaktif (bentuknya mirip mesin ATM) yang berfungsi sebagai petugas peminjaman dan pengembalian buku. Inovasi keren ini terbukti dapat kinerja di Perpustakaan lebih efektif, karena proses peminjaman dan pengembalian berlangsung lebih cepat dan bebas antrian panjang.

Hebatnya lagi, denda keterlambatan pengembalian buku ternyata bisa dibayar non tunai menggunakan kartu debit loh. Benar-benar sesuai dengan tren Millenial saat ini yang gemar menggunakan dompet digital. Selain lebih efisien secara tidak langsung metode ini mendukung kampanye GNT ( Gerakan Non Tunai) dari Bank Indonesia.

Ruang baca yang nyaman

Selengkap-lengkapnya perpustakaan tapi kalau tempat membaca yang tersedia tidak nyaman maka secara tidak langsung hal itu akan mengurangi antusiasme seseorang untuk berkunjung.

UPT. Unsyiah paham akan hal itu, karenanya selain mengutamakan kebersihan ada berbagai variasi ruang yang Sobat temukan disini, misalkan seperti ruangan baca standar dengan meja dan kursi atau ruang baca lesehan yang dapat Sobat gunakan membaca sambil duduk di lantai (atau sambil berbaring). Jangan khawatir, di tempat ini ruangan pria dan wanita berbeda. Jadi Sobat bisa membaca dan mencari informasi dengan lebih nyaman.

Hmm… sepertinya masih ada kurang deh…

Hehehe..  Tenang Sobat, di Perpustakaan Unsyiah juga di sediakan wifi super kencang untuk akses internetnya.

Point Antimainstream nya:

Di kenal sebagai Perpustakaan yang besar tak membuat Unsyiah menerapkan kebijakan yang terkesan kaku dan mengekang, berikut beberapa contohnya:

-[]- Memperbolehkan Pengunjung Membawa Tas dan Snack-[]-

Membawa tas ke dalam ruang membaca bukanlah hal yang tabu di Unsyiah, karena kejujuran dan nilai keislaman sangat di tekankan. Pengunjung sadar Meminjam atau membawa buku tanpa ijin adalah perbuatan yang harus di hindari.

Snack atau makanan ringan di perbolehkan dengan catatan pengunjung menjaga kebersihan perpustakaan dan tidak menganggu kenyamanan pembaca lainnya.

Trus bagaimana kalau habis makan snack saya ingin minum?

Santai Sobat…, di Perpustakaan Unsyiah ada Café yang siap menyajikan berbagai santapan dan minuman kekenian juga kok, yakin deh menu favorit Sobat pasti tersedia.

Kalau tidak tersedia bagaimana?

Ya Sabaaar 😀 😀

-[]- Ruang yang Multifungsi -[]-

Jarang-jarang loh menemukan perpustakaan yang menyediakan ruang baca lengkap dengan kasurnya, hehehe… di Unsyiah Sobat dapat menemukan hal seperti itu.

Menurut saya ini adalah pelayanan yang menarik, karena mampu membuat pengunjung lebih rileks dan santai dalam mencari informasi.

Perpustakaan yang Berpestasi & Kreatif

Perpustakaan Unsyiah mendapat sertifikasi ISO 27001 pada bidang Keamanan Informasi Sistem Perpustakaan dengan aplikasi Online Public Access Catalog (OPAC), Open Educational Resources (EOR), dan Room Booking. Prestasi ini membuat UPT Unsyiah tampil sebagai satu-satunya perpustakaan perguruan tinggi yang memegang ISO 27001. Luar biasa…!

Eh bentar, memangnya sertifikasi ISO 27001 itu diberikan atas dasar apa sih?

Tentu atas dasar Keamanan dan kecanggihan pelayanan Unsyiah dong.  Sederhananya begini Sobat, di UPT Unsyiah Sobat dapat mencari berbagai buku, pustaka dan berbagai informasi yang tersedia di Perpustakaan secara mandiri hanya lewat komputer, artinya berbagai data dan buku telah di atur sedemikian rupa agar mudah untuk ditemukan. Jadi Sobat tidak perlu lagi deh kesana kemari meminta bantuan Pustakawan untuk menemukan buku. Asyik kan..?

Point Antimainstream nya:

UPT. Unsyiah punya banyak metode untuk membuat orang-orang tertarik dan senang berkunjung ke Perpustakaan. Berikut beberapa contohnya

-[]- Memberikan Apresiasi Kepada Peminjam Buku Terbanyak -[]-

Library Award, itu adalah nama penghargaan yang diberikan kepada pengunjung yang paling banyak melakukan peminjaman dalam waktu tertentu. Menurut saya ini adalah cara yang keren untuk memaksimalkan semangat membaca. Hayoo… kapan lagi coba Udah dapat minjam buku dapat hadiah pula

-[]- Ajang Pagelaran dan Pentas Seni-[]-

Siapa bilang Perpustakaan itu melulu hanya Soal buku?

Di Unsyiah Sobat bisa melihat bagaimana Perpustakaan bisa menjelma menjadi tempat nongkrong yang keren untuk siapa saja.

Kenapa seperti itu?

Karena di Perpustakaan ini pengunjung dapat mengekspresikan dirinya melalui berbagai pagelaran seni yang diadakan seperti pentas musik, pembacaan puisi, stand up comedy dan banyak lagi lainnya.

Gimana.., apakah Sobat juga tertarik untuk menunjukan bakat disini?

-[]- Rutin Menggelar Even Bergengsi Tingkat Nasional-[]-

Jujur Ini adalah even yang paling saya suka, bagaimana tidak? even ini di peruntukkan untuk seluruh masyarakat yang ada di Indonesia. Jadi dimanapun Sobat berada tetap dapat mengikuti ‘gawe’ besar milik Unsyiah ini.

Sekedar info untuk Sobat yang belum tahu, jadi Setiap tahunnya Perpustakaan Unsyiah mengadakan Acara Besar bernama Unsyiah Library Fiesta atau biasa di sebut sebagai ULF. Nah.. karena penamaannya berdasarkan tahun maka even kali ini  bernama Unsyiah Library Fiesta 2020.

Setiap tahunnya ada beragam kegiatan dan lomba yang di selenggarakan. adapun.. beberapa lomba yang selalu rutin di pertandingkan adalah blog, puisi, debat, dan acoustic. Oh iya, pemilihan Duta Baca Unsyiah juga termasuk yang di selenggarakan saat even ini.

Jadi kalau ingin mengetahui siapa duta Baca Unsyiah di tahun 2020 maka Sobat tak boleh melewatkan acara Unsyiah Library Fiesta 2020 ini, tenang saja sosial media Unsyiah selalu update kok dengan info terbaru.

-[]- Aktif Mendukung Kemunculan Enterpreneur Muda-[]-

Di Perpustakaan Unsyiah mahasiswa dapat mempromosikan dan menjual hasil karyanya loh. Adalah Library Gift Shop (LGS) nama pojok kreasi yang di sediakan pihak Perpustakaan sebagai tempat mahasiswa menunjukkan karyanya. Adapun untuk perhitungan komisinya adalah 80:20, artinya 80% untuk mahasiswa dan 20% untuk pihak Perpus.

Menurut saya Jika di maksimalkan potensi LGS ini cukup menjanjikan, karena LGS adalah Garda Souvenir terdepan yang bisa menjadi buah tangan setiap tamu-tamu dari luar daerah yang melakukan kunjungan.  Asyik….!

——————[]——————

Itulah beberapa fakta Antimainstream yang di miliki Perpustakaan Unsyiah.

nah.. setelah membaca penjelasan di atas, Sobat sekarang tentunya paham kan kenapa saya begitu kagum dengan Perpustakaan miliki Unsyiah ini. Berbagai inovasi yang dilakukan lembaga ini mampu melepas dan merubah kesan kaku yang biasa melekat di Perpustakaan menjadi lebih menarik, lebih bersahabat dan pastinya Eksis mengikuti perkembangan jaman.

“Perpustakaan adalah tempat menyenangkan untuk memaksimalkan hari-hari mu”

Sobat tentunya Setuju dong, hehehe.

——————[]——————

Sumber artikel dan Gambar:

Website Perpustakaan Unsyiah

Dok. Pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close