Inspirasi: Belajar Mengolah Galau Menjadi Berbagai Hal Produktif dari KBA Dasan Cermen

Galau itu sejatinya identik dengan dampak negatif, setidaknya itulah yang saya yakini.

Tapi di “Kampung Berseri Astra”( KBA) Dasan Cermen semuanya menjadi berbeda, Galau itu  justru mampu membuat wilayah tersebut menjadi lebih maju, inovatif dan tentunya produktif.

 

Halo Sobat Inspirasi,

Apakah Sobat sudah familiar dengan kata “Galau”?

Nggak ya?

Kalau saya sih “sudah familiar banget” hehehe.

 

Perlu untuk diketahui, kalau yang termasuk dalam kategori Galau itu sebenarnya banyak.

Ada tipe galau yang menusuk hati karena melihat pacar selingkuh,

ada tipe galau yang membuat pusing kepala karena merusakkan barang milik orang lain,

ada juga tipe galau  yang membuat kecewa/kesal karena makanan favorit tumpah,

dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Intinya, Galau itu adalah suatu keadaan yang membuat hidup nggak bersemangat, nggak tenang, dan pastinya bikin stress.

 

Di tahun 2019 Saya sering banget mengalami serangan galau.

Penyebabnya?

Apa lagi kalau bukan masalah kualitas artikel yang tak konsisten, konten yang saya buat begitu kacau hingga tak dapat bersaing dengan blogger-blogger yang lain. Akibatnya saya jadi stress, pesimis, dan tak bersemangat lagi menulis.

Kenapa nggak Mencoba bangkit?

Tentu sudah saya coba, hanya saja hal itu nggak bisa di lakukan semudah membalik telapak tangan. layaknya mencabut bulu mata “badai” mbak Syahrini, Butuh banyak waktu dan motivasi yang ekstra hingga saya bisa mengalahkan galau itu untuk bangkit kembali.

Percayalah, Galau itu sangat berbahaya, kesempatan dan keberuntungan yang ada di depan mata bisa menjadi tak terlihat olehnya. Karenanya, Segera temukan Kunci untuk melepaskannya!

KBA Dasan Cermen

Adalah suatu tempat bernama Dasan Cermen…

Suatu wilayah di bagian ujung Kota Mataram yang berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat. Sebuah Kawasan pinggiran kota padat penduduk yang tak pernah sepi kendaraan.

Maklum saja, jalanan yang membentang mengelilingi wilayah ini merupakan rute utama. jadi melihat daerah ini sepi dari kendaraan bermotor merupakan suatu hal yang cukup sulit di temukan.

 

“Tak ada yang spesial di sana”

 

Bertahun – tahun tinggal di Lombok entah sudah berapa ribu kali saya melintasi tempat itu, tapi jujur saja tak pernah ada satu kali pun terlintas keinginan untuk berhenti di sana. “apa yang harus cari? toh tempat itu sama saja dengan tempat lainnya di Lombok” begitu pikir saya.

Hingga Kamis, 14 November 2019. Ketika saya beserta teman-teman blogger dan media berkesempatan mengikuti acara Astra yang salah satu acaranya melakukan kunjungan ke Kampung Binaan Astra (KBA) Dasan Cermen. Tepatnya di Jl. Paica Sari Dasan Cermen, Sandubaya, Mataram.

Saya terkejut….

“ternyata ada begitu banyak hal menarik di tempat ini”

 

Mengolah Galau ala KBA Dasan Cermen

Apa Sobat senang jika diberitahu akan di berikan dukungan penuh untuk menjalankan seluruh program demi kemajuan lingkungan sekitar?

Pastinya…

Tapi bagaimana jika wilayah tersebut tidak memiliki potensi Sumber Daya Alam seperti daerah lainnya? Atau masyarakat daerah tersebut tidak memiliki modal lahan untuk di maksimalkan?

“what…?!”

Hehehe.. Pastinya galau bukan..?

Itulah yang di alami oleh Kampung di Dasan Cermen saat pihak Astra datang bersama program “Kampung Berseri Astra”.

 

Program  “Kampung Berseri Astra” atau yang biasa disingkat “KBA” ini merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program yaitu “Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan & Kewirausahaan”.

 

The Power of Kepepet

Setelah galau setengah mati mencari kesana-kemari potensi wilayah yang dapat di kembangkan, akhirnya menjelang “Deadline” ide untuk menjadikan kawasan Dasan Cermen sebagai “Kampung Wisata Edukasi” pun tercetus.

“Luar Biasa!”

Menurut saya itu adalah keputusan “Jenius..!”. bagaimana tidak? untuk wilayah yang tak memiliki objek wisata dan sumber daya alam, ide wisata edukasi itu sangat hebat.

“kok bisa kepikiran ya?!” mungkin inilah salah satu contoh terbaik dari penerapan ilmu “The Power of Kepepet”.

Sekali lagi “Luar Biasa!”

 

Penerapan Pilar Pendidikan dalam Wisata Desa Edukasi

Memaksimalkan Pendidikan Usia Dini adalah salah satu inovasi bisa di temukan di KBA Dasan Cermen.

Di TK Edelweiss, begitu nama Taman Kanak-kanak yang saya kunjungi bersama teman-teman lainnya. Sekilas tak ada yang berbeda di sini, namun ketika mendengar penjelasan lengkap dari pembimbingnya, senyum saya mulai mengembang.

Pendidikan yang di berikan pada TK Edelweiss ini tak hanya untuk anak-anak saja loh,  ternyata pendidikan pun di lakukan kepada orang tuanya juga. Jadi di tempat yang terpisah nantinya para orang tua maupun kerabat dari si anak akan diberikan pengentahuan seputar tumbuh kembang anak.

Tujuannya? Tentu saja agar pertumbuhan si buah hati lebih maksimal.

“Luar Biasa!”

 

Penerapan Pilar Kesehatan dalam Wisata Desa Edukasi

Menciptakan generasi sehat dan bebas Narkoba adalah tugas utama kita, karena itu di KBA Dasan Cermen ini berbagai pembinaan kesehatan di lakukan. Mulai dari sosialiasi kesehatan remaja dan Narkoba hingga pengecekan tinggi badan, berat badan, dan darah.

Oh iya, di tempat ini juga memiliki kelas ibu hamil.

Eh maksudnya apa?

Jadi di tempat ini para ibu hamil dan pak hamil eh maksudnya suami akan mendapatkan berbagai informasi penting seputar kehamilan, kesehatan bayi dan lain sebagainya. Bermanfaat banget pokoknya untuk ibu hamil terlebih pasangan baru.

 

Penerapan Pilar Lingkungan dalam Wisata Desa Edukasi

Tau nggak Sobat, beberapa tahun lalu, tepatnya di tahun 2012 kampung ini ternyata pernah mendapat predikat sebagai kelurahan kumuh loh.

Eits…. Tapi itu cerita dulu, sekarang kalau Sobat mampir ke tempat ini segala sesuatunya telah berubah. Warga sudah semakin sadar dengan pentingnya menjaga kebersihan.

Dan yang paling penting, kampung ini sekarang memiliki “Bank Sampah”

Wow…!

Belum maksimal sih, tapi walau begitu Banyak kepala keluarga yang telah mendapatkan manfaat dari adanya bank sampah. Semoga ke depannya bisa lebih maksimal lagi ya, aamiin aamiin.

 

Penerapan Pilar Wirausaha dalam Wisata Desa Edukasi

Ini adalah hal yang paling menarik bagi saya.

Pasalnya saya nggak menyangka kalau kampung yang sebelumnya tak memiliki sumber daya alam dan masyarakatnya tak memiliki lahan pertanian sendiri kini mampu tampil produktif.

 

Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi?

Jawabnya adalah “Punya Tekad yang Besar!”

Serius! Jadi para warga di KBA Dasan Cermen ini berinisiatif untuk menyewa lahan yang dimiliki oleh masjid. Adapun lahan yang di sewa tersebut kemudian di jadikan berbagai macam usaha Peternakan, Pertanian dan Jasa.

Peternakan Ayam dan Bebek

Telur dan daging menjadi komoditas usaha ini, hebatnya lagi dengan semakin berkembangnya dukungan Astra yang memberikan bantuan inovasi/peralatan membuat tempat ini sering di jadikan tempat penelitian oleh mahasiswa jurusan peternakan.

Peternakan sapi

Berbeda dengan ayam dan bebek, untuk peternakan sapi masyarakat juga memanfaatknya untuk memproduksi kompos. Oh iya, kompos buatan KBA Dasan Cermen ini begitu di minati, terbukti dengan jumlah pemesanan yang berton-ton banyaknya hanya dalam 1 minggu.

 

Budidaya Lele

Kalau biasanya lele itu sering d berikan makan bangkai ayam atau kotoran maka lele di Dasan Cermen tergolong elit, karena pakan yang diberikan adalah ikan sapu sapu yang punya protein tinggi. Inilah yang kemudian membuat produksi lele KBA Dasan Cermen ini laris manis.

Bahkan sampai kewalahan memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Wow….! Semangat! Semangat! Semoga tahun 2020 ini kemampuan produksinya juga semakin meningkat, aamiin.

 

Tak kenal KBA Dasan Cermen, Maka Tak Sayang

Banyak sekali manfaat positif yang saya dapatkan setelah berkunjung ke KBA Dasan Cermen. Dua yang paling membekas:

“di Ujung Galau Pasti Ada Happy Ending”

dan

“Asal Mau Berusaha, Pasti Ada Jalan”

Selain itu saya berterimakasih pada Astra karena telah memberikan kesempatan untuk mengajak kami blogger dan rekan media sehingga saya khususnya mendapatkan inspirasi untuk mengolah Galau.

 

Akhir kata,

“semoga artikel ini bermanfaat, dan tetap semangat untuk membangun Indonesia!”

8 tanggapan untuk “Inspirasi: Belajar Mengolah Galau Menjadi Berbagai Hal Produktif dari KBA Dasan Cermen

  1. Duh ini tuh pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bnget buat saya bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Tapi sayang draft tulisan gak kekejar deadline. Jadinya masih di draft sampai sekarang -_-

    1. yaaah.. sayang banget ya mbak, smoga yang berikutnya bisa ikutan ya. aamiin

  2. Mantap euy Hoky, semoga Hoky ya! Dapat hadiah mobil, terus anak-anak Begibung Blogger Lombok bisa nebeng keliling Lombok. Hahahah. Eh tapi apapun itu, semoga dapat hasil yang terbaik dari Lomba Anugerah Pewarta Astra ini. Aamiiin.

    1. aamiin aamiin aamiin Ya RAbb thanks doanya mbaksist ^_^

  3. Judulnya itu lho ~ mengolah galau : D

    banyak banget ya ternyata kegiatan yang dilaksanakan KBA Dasan Cermen, masyarakatnya jadi berdaya. Kapan kapan main ke sana ah.

  4. sayang kita ga ikutkan lomba ya… hahaha

    1. loh, saya ikutkan kok ini, doakan semoga bisa menang ya, aamiin aamiin Ya RAbb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close