Waspada Hoax, Metode Adu Domba Masa Kini

Pernah tidak sobat mendapatkan sms seperti itu? kalau iya, apa reaksi pertama Sobat saat membaca kalimat terakhirnya yang seperti ancaman itu?
Apakah Kaget? Kesal? Atau mungkin malah cuek saja.
Kalau saya ketiga-tiganya, heh….

“Pesan berantai”
Begitu orang-orang menyebutnya, buat orang awam pesan seperti itu mungkin tampak seperti aksi iseng saja, mungkin saja sih. Tapi walau begitu kita tetap tak bisa menganggapnya hal remeh, sebab bisa saja dibalik semuanya itu tersimpan rencana besar untuk memecah belah kita, masyarakat Indonesia.

Ah… kamu berpikir terlalu jauh
Terserah Anda menganggapnya demikian, tapi Ingat loh sobat, Sekarang ini kita berada di era informasi. Di sebuah zaman yang dimana informasi memegang peranan penting. Siapa yang menguasai informasi maka dialah sang pemenang. Karenanya tidak perlu heran kalau informasi bisa “dipesan” dan “dibuat” sedemikian rupa untuk kepentingan tertentu.

Masa sih…?
Disadari atau tidak, ada banyak Perubahan prilaku masyarakat yang terjadi akibat kemajuan teknologi saat ini. Lihat saja, bukankan disekeliling kita Banyak sekali kejadian dan aktifitas yang melibatkan orang banyak berasal dari informasi yang tak jelas asal usulnya.

Menyadari besar dan masifnya dampak dari penyebaran informasi bagi masyarakat maka AJI (Aliansi Jurnalis Independen) kemudian membuat inovasi dengan memperkenalkan situs web baru bernama independen.id sebagai respons terhadap masalah pemusatan kepemilikan media dan merosotnya mutu jurnalisme di Indonesia.
Tujuan dibentuknya web ini sederhana yaitu untuk mendorong demokratisasi media, agar nantinya pembaca tak lagi bingung membedakan mana informasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan mana berita hoax.

Apa itu berita HOAX dan mengapa kita harus mewaspadainya?
Kata “Hoax” berakar dari kata “Hocus”, yang bermakna tipuan atau kecurangan (dalam dunia sulap). Nah di era modern ini Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Berbeda dengan rumor, informasi “HOAX” ini dilengkapi dengan berbagai data sedemikian rupa, sehingga walaupun palsu namun seolah olah benar dan logis. Cek juga disini untuk menambah referensi Sobat http://independen.id/read/media/326/melawan-situs-hoax/

Sebagai salah satu negara yang kaya akan adat, istiadat dan budaya, Indonesia merupakan salah satu negara yang begitu dikagumi di dunia. Bayangkan saja ada lebih dari 740 suku bangsa (etnis), 726 ragam bahasa, dan beragam kesenian yang berada di Sabang sampai Merauke. Sungguh kekayaan yang tak ternilai harganya.

Dengan adanya banyaknya perbedaan suku, adat dan budaya, Toleransi tentu merupakan hal mutlak yang harus dimiliki dan dilestarikan di Indonesia. Karena hanya dengan toleransi inilah masyarakat Indonesia akan mampu berjalan bersama dan seirama.

Lalu bagaimana jika ada pihak yang tak suka dengan keberagaman Indonesia?
Maka toleransi dan perbedaan inilah yang akan mereka serang.

Mengapa lewat perbedaan?
Karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan ego untuk selalu merasa paling benar, sehingga terkadang perbedaan itu menjadi sangat sulit untuk diterima.

Bagaimana Caranya mereka menyerang kita..?
Menyebarkan strategi “Adu Domba” lewat berita “HOAX” lewat media online.

Ada Apa dengan Internet?
Perlu diketahui Sobat, saat ini (dan pastinya akan terus bertambah) peringkat penggunaan internet Indonesia adalah ke-8 di dunia. Berdasarkan data dari MenKominfo menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang, dari jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun.

Nah… lihat Sob, berdasarkan data diatas sebagian besar pengguna internet itu di dominasi oleh kalangan remaja, dan sebagaimana yang kita ketahui usia remaja itu adalah masa dimana ego begitu mendominasi. Karena itulah kenapa para remaja masa kini adalah sasaran empuk bagi informasi HOAX.

Darurat berita HOAX ini sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada para remaja saja, karena siapapun tetap bisa tertipu oleh berita palsu ini. Berikut bebera ciri-ciri berita hoax:

  • memuat konten kecemasan
  • memuat konten permusuhah atau kebencian
  • tidak adanya sumber yang jelas
  • menyudutkan satu pihak tertentu

Lalu bagaimana cara menghambat berita HOAX itu?
Sebenarnya mudah Sobat, karena semuanya tergantung pada diri kita sendiri, berikut beberapa caranya:

  • Jangan mudah percaya pada suatu berita
  • Jangan langsung menyebarkan berita yang berindikasi menyulut permusuhan atau kebencian.
  • Cek dan pelajari lebih detail asal muasal dan sumber berita.
  • Bijak dalam berbagi informasi

Hmm.. bagaimana seandainya jika kita tetap menyebarkan berita HOAX..?
Wah… saya sarankan jangan Sob, karena hal itu bisa membuat Sobat dibalik jeruji besi Karena melanggar UU ITE no 11 tahun 2008.

Adapun isi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) no 11 Tahun 2008 pasal 28, yaitu:
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Nah setelah tahu apa itu hoax , dampaknya bagi kita dan masyarakat, serta UU ITE pastinya akan membuat kita untuk lebih berhati-hati dalam membuat dan menyebarkan berita. Mari kita tingkatkan Toleransi dan perdamaian di Indonesia karena itulah kekayaan kita yang sesungguhnya. Bukankah hidup rukun itu menyenangkan…? Artikel di web independen.id ini menjadi buktinya, silahkan cek disini
http://independen.id/read/budaya/439/hormati-umat-muslim-warga-asmat-gelar-buka-puasa-bersama/

Stop HOAX dan Tingkatkan TOLERANSI!
Salam blogger

Iklan

Satu tanggapan untuk “Waspada Hoax, Metode Adu Domba Masa Kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s