“Begibung” Rahasia Makan yang Mempererat Silaturahmi

intro

“Del…! Syarif..! Ayo Makan Dulu…..!” Teriak Yuli Sahabatku

“Ya Bentar Lagi.., Tanggung nih!” jawabku

Sinar matahari siang itu memang sangat terik, maklum lokasinya di tengah Sawah.

Kegiatan praktek budidaya pertanian yang kami lakukan ini sebenarnya baru berjalan beberapa jam saja, tapi butiran keringat yang bercucuran di keningku itu ukurannya sudah hampir sebesar butiran jangung saja #lebay.

Capek sih sebenarnya…

tapi rasa gengsiku masih lebih besar.

“Anak pertanian kok loyo, apa kata dunia….?”

Karena gengsi itulah kupaksa diriku untuk terus mencangkul.

 

Syarif yang mencangkul di depanku pun Kelihatannya sudah sampai pada batasnya.

“Del… sepertinya memang sudah waktunya istirahat nih, Badan udah nggk bisaa diajak kompromi” ujarnya sambil menyeringai.

Hehehe… ini kalimat yang kutunggu-tunggu dari tadi, *good job Syarif 😀

Aku langsung mengangguk setuju, kami berdua pun bergegas ke bilik bambu tempat yuli menyiapkan makan siang.

#Nyaamm….

~~~~*~~~~

Tak perlu menunggu lama,

Perut kami yang tadinya bernyanyi sambil meronta meminta untuk di isi kini sudah sedikit lebih jinak, maklum beberapa suap nasi dan tempe sudah meluncur ke dalam perut

#Nyaamm….

Menyantap makanan ditengah sawah setelah bercocok tanam itu memang Maknyossss…. Sobat! Bahkan Saking enaknya sampai nggak aku gambarkan.

“Benar-benar menjadi momen yang nggak terlupakan”

Masa sih…?

Sobat nggak percaya..? Cobain makanya…..

Udah, tapi biasa aja. Nggak seenak yang diceritakan.

Nah itu dia sob, sebenarnya ada satu tips rahasia yang kami lakukan saat itu.

Apa…?

Ssst.. tapi ini rahasia ya..?

Iya..

Rahasianya adalah “Begibung”

“Begibung…?”

Yups…

Jadi saat itu yang membuat kegiatan makan menjadi lebih seru,nikmat dan mengasyikkan bukanlah karena rasa lapar atau lauknya (maaf ya Yuli.. 🙂  ) melainkan cara kami menyantapnya secara “Begibung” itu.

 

wow big

Begibung itu sendiri dalam bahasa Sasak Lombok berarti “makan bersama-sama dalam satu wadah”

Wadahnya itu nggak mesti piring ya Sob,

Bisa menggunakan nampan, bakul atau bahkan daun pisang. Bebas deh pokoknya 😀

Menyantap makanan dengan Begibung membuat “batasan” diantara kami menghilang.

Batasan..? batasan apa…?

Ekhem…, Batasan yang dimaksud disini itu yang positif ya 😀

Jadi diatas daun pisang itu kami bisa saling berbagi lauk, nasi atau krupuk dengan bebas tanpa takut ada yang dirugikan.

Ooo……

Kegiatan “Begibung” ini telah menjadi budaya dikalangan masyarakat Lombok sejak lama Loh, karenanya Sobat jangan heran ya ketika nanti misalnya tengah berjalan melewati suatu tempat dan melihat pemilik rumah yang tengah makan mengajak Sobat untuk ikut bergabung.

😀 😀

Oh iya satu lagi,

ketika di undang pada acara-acara adat (walaupun sudah agak jarang) kadang ada juga loh yang acara santapnya masih menggunakan cara “Begibung”, jadi Sobat harap maklum ya.

memangnya apa sih manfaat “Begibung…?”

Wah banyak banget sob nih beberapa diantaranya :

 Menambah Keakraban

Ketika menyantap makanan bersama banyak cerita dan momen yang terjadi, nah disaat inilah keakraban akan semakin terjalin.

tertawa aplod

Melatih Tenggang Rasa

Karena yang menyantap lebih dari satu, Ada kalanya lauk yang tersedia tidak cukup. Tanpa diberi perintah biasanya yang memiliki lauk akan membagi-bagikannya jatahnya kepada yang lain.

Melatih kecepatan

Hmm… ini sebenarnya bukan bagian dari manfaat tapi mungkin lebih tepat kalau dimasukkan dalam kategori “keasyikan Begibung” 😀

Loh Kenapa…?

Karena ada waktu saat lauk yang tersedia bermacam-macam dan “terbatas jumlahnya”, pada saat inilah kecepatan tangan Sobat akan dilatih.

“Semakin cepat, maka Semakin Enak lauk yang Sobat bisa dapatkan” 😀 😀

Wohohoho…

Sejalan dengan beriringnya waktu,

Bagi aku dan teman-teman definisi “Begibung” sudah agak bergeser.

Maksudnya..?

Jadi istilah begibung itu tidak hanya berlaku pada saat makan saja, tapi bisa juga diterapkan pada kegiatan lain, gotong Royong adalah salah satunya.

Jadi misalkan ada kegiatan kerja bakti untuk membersihkan Selokan air yang mampet, maka kalimat yang biasa kami gunakan itu adalah

“Ayo kita Begibung bersihkan Selokan! Biar cepat Bersih..!”

Nah bagi aku yang pernah tinggal di pondok istilah Begibung pun juga sering kuterapkan pada hal lain.

Apa itu…?

Begibung Saat Membaca Buku 🙂 🙂

Hah…?

Itu beneran loh Sob!

Sebagaimana yang Sobat Tau, Sebagian besar Anak pondok itu kan berasal dari daerah yang jauh dan terpisah dengan orang tua, karena itu ketika mendapat kiriman buku Novel atau Komik terbitan Gramedia, hal itu menjadi hiburan yang paling menyenangkan.

begibung baca aplod

Kami nggak mau ketinggalan momen mengasyikkan itu.

jadi ketika Novel atau Komik telah dibaca oleh pemilik aslinya, maka bacaan itu pun akan kami “Gibung” beramai-ramai.

Umumnya 3 sampai 4 orang sih, tapi menurut pengalaman jumlah pembacanya ini bisa meningkat, tergantung kepopuleran bacaannya (pernah loh satu komik kubaca berdelapan 😀 😀 )

Kegiatan “Begibung” ini sangat mengasyikkan loh Sob, makanya “Recommended” banget untuk dicoba, Apalagi jika Sobat adalah anak kos yang jauh dari rumah (percaya deh ikatan persahabatanmu dengan teman yang lain akan semakin erat, Trust Me!)

Yuk.. segera Cobain Sob!

Mengerjakan hal-hal Positif bersama-sama itu Menyenangkan banget Loh.

Iklan

31 Comments Add yours

  1. opan berkata:

    sepakat nih dengan admin, saat dalam perantauan itu makan ramai-ramai adalah cara paling asyik untuk mengusir kesepian.

  2. rofiq andre berkata:

    siapa disini anak koss…?

    *angkat tangan
    😀 😀 😀 😀

    begibung itu memang menyenangkan ya, apalagi kalo temen kos dapet paketan lauk dari kampung. hahahahah

    1. ladanghoki berkata:

      benerrr banget, apapun yang datangnya dari kampung halaman itu pasti enak *begitulah anak kos 😀

  3. mas onda berkata:

    agan orang lombok ya..?
    kebetulan dulu pernah satu kosan sama anak lombok, asik banget dah.
    kalau tiap dapet paket pasti ada sambelnya hehehe

    1. ladanghoki berkata:

      karena tanpa sambel makan itu kurang lengkap hehehe

  4. roftofer berkata:

    huahahahahha, beneer… beneerrr banget

    1. ladanghoki berkata:

      tuh kan.. apa ane bilang 😀

  5. muh. Rozi berkata:

    inilah yang dinamakan “Indahnya Kebersamaan”
    baru tau kalo makan bareng istilah lomboknya begibung, kalo ane sama temen2 dulu sih nyebutnya “Ngepaket” alias bareng2 makan paketan 😀 😀

    1. ladanghoki berkata:

      asek…. makan paketan bareng2 itu memang maknyosss

  6. kurniawan berkata:

    kok pengalaman kita sama sih….? jangan jangan dulu kita temen satu pondok ya…? hahahahaha
    salam dari orang ganteng

    1. ladanghoki berkata:

      ahahah.. bisa aja, tengkiu ya udah mampir di blog orang tampan 😀 *gak mau kalah

  7. Nukman berkata:

    wah kalau dikalangan cowok sih udah biasa Gan makan rame2 kek gitu. tapi gw jadi penasaran, kalo cewek makannya “begibung” juga nggak ya…?

    1. ladanghoki berkata:

      nah… kurang tau ane 😀 tapi kemungkinan besar sih begitu juga soalnya di tempat Ane banyak kok cewek yang suka makan “Begibung: juga

  8. Ogree berkata:

    nais artikel… 🙂

    1. ladanghoki berkata:

      asek.. asek.. thanks yaa

  9. bata dibata berkata:

    orang-orang dahulu memang penuh dengan kearifan lokal,
    segala sesuatu yang dilakukan dan dicontohkan pasti punya nilai dan hikmah.
    btw artikelnya menarik Bhro, terimakasih sudah berbagi

    1. ladanghoki berkata:

      yups… karena itu tugas kita melestarikan budaya yang di tinggalkan mereka 🙂
      tengkiu udah mampir Gan

  10. Semangat Pagi berkata:

    inilah indahnya indonesia, semangat kebersamaannya nomor satu. semoga kebiasaan positif ini terus bisa bertahan untuk selamanya ya
    amin….

    1. ladanghoki berkata:

      amin.. amin… Semoga dimasa depan ikatan gotong royong masyarakt Indonesia semakin Erat, amin..

  11. fajar timur berkata:

    oh… jadi dengan kata lain “Begibung” itu artinya gotong royong ya….?

    hebat juga nih bisa gotong royon dalam hal makan 🙂
    unik unik unik…

    1. ladanghoki berkata:

      hmm… boleh lah dianggap begitu 😀

  12. Irma setiani berkata:

    seru ya, Negara Indonesia ini memang punya banyak istilah dan bahasa tapi tetap saja punya arti yang sama. I love Indonesia

    1. ladanghoki berkata:

      yess.. setuju…! I Love Indonesia and you too…. eh..

  13. Diah Kusumastuti berkata:

    Hahaha… Malem-malem baca ini jadi ngikik sendiri. Saya suka saya suka tulisannyaaa… 😀
    Btw kalo istilah orang Solo (Jawa Tengah) makan bareng dalam satu piring tuh namanya “kembulan”, kalo orang Surabaya beda lagi, namanya “bathu”. Hihihi… Indonesia memang kaya bahasa lokal, juga kaya budaya 🙂

    Salam blogger!

    1. ladanghoki berkata:

      wohohoho… ternyata emang banyak ya istilahnya 😀 😀
      tengkiu udah mampir ya mbak 🙂

  14. Deddy Huang berkata:

    Wah tradisinya menarik ya.. Asal lombok ya mas?

    1. ladanghoki berkata:

      pastinya mas Bhro 😀
      tengkiu udah mampir ya

  15. Yasinta Astuti berkata:

    Makan sama temen-temen selalu bikin acara makan menjadi menyenangkan walau belum tentu mengenyangkan hahaha … Tradisi nya asik gini ya

    1. ladanghoki berkata:

      pastinya mbak 😀 😀 😀
      tapi ane selama ini tetap kenyang kok, soalnya waktu makan bareng nasinya emang sengaja dibanyakin 2 kali lipat 😀 😀

  16. jedi hidayat berkata:

    kapanpun dan dimanapun kebersamaan itu memang kunci hepi, jadi nggak peduli mau lauknya enak atau nggak tetap aja acara makannya asik hehehe
    *curahan hati anak kos 😀

    1. ladanghoki berkata:

      josssh….! itulah asyiknya kebersamaan 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s