Mia Tidak mau Memberitahu Keluarga

Hari – hari pun berjalan seperti seharusnya. Aku menjalaninya sebagaimana biasa, semuanya tetap sama.

Ah ternyata tidak…..,

Walaupun sampai saat ini aku masih bisa menutupi fakta dari Ayah dan Maia.

Walaupun sampai saat ini aku masih bersikeras mencoba untuk tegar menghadapi kenyataan.

Tetap saja aku tidak bisa membohongi tubuhku……

“kepalaku sering pusing akhir – akhir ini”

MIA-n-dokter2

Ingatanku kembali ke beberapa hari yang lalu, saat aku mendatangi rumah sakit.

Dokter mengatakan kepadaku kalau penyakit yang kuderita sudah cukup parah, aku diminta untuk berfokus terhadap pengobatan.

“Oke dok, Aku akan berobat”

“Tapi apakah aku bisa cepat sembuh…? Karena aku punya proyek teater yang harus segera diselesaikan”

Dokter itu terdiam menatapku

“Kemungkinan itu selalu ada….”    

 

Jawaban itu belum bisa membuatku tenang, jawaban itu seperti mengisyaratkan kalau hanya ada 50% kemungkinanku untuk dapat melanjutkan hidup seperti sediakala.

Semakin mantap tekadku untuk merahasiakan penyakit ini dari orang – orang dekatku, Ayah dan Saudariku Maia.

Sudah cukup mereka bersedih karena Ibu,

Aku tidak mau lagi merampas hari-hari mereka yang penuh warna karenaku.

“Cukup Aku saja yang tau”

Aku masih percaya pada perkataan Ibu,

“Selama ada keberanian, di situ ada harapan”

Itu yang disampaikannya saat memberikanku gelang Harapan ini.

“Aku Bisa…..!”

Karena pikiranku melayang entah kemana, ketika aku tersadar ternyata sudah berada di depan rumah.

“Tapi…. Kenapa rumah gelap seperti ini….?”

“Kemana Ayah dan Maia…..?”

 

aku bergegas masuk ke dalam rumah, kucari sakelar lampu dan langsung kutekan….

“SURPRISE…….!”

Ayah dan Maia muncul sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Di tangan Ayah terlihat kue tart mini dengan lilin bertuliskan angka “23” di atasnya.

Berdua, Ayah dan Maian berputar mengelilingiku sambil tertawa.

MIA-ulangtahun

“Astaga… aku lupa. Hari ini kan ulang tahunku”

“Hei… di hari yang bahagia seperti ini kamu nggak boleh murung dong!”

Teriakan Maia ditelinga menyadarkanku. Aku pun berlari mengejarnya.

Hahaha……

 

Kami bertiga kemudian duduk melingkari meja bundar di ruang Keluarga.

“Ayo Mia, Katakan apa Mimpi yang ingin kamu capai” ujar Ayah membuka percakapan.

Aku terdiam….., pikiranku bergejolak.

“apakah ini saat yang tepat untuk memberitahu mereka keadaanku yang sesungguhnya?”

Aku masih belum bisa mengeluarkan Suara….

 

“Hei… ayo dong, kami pasti akan membantu kamu mewujudkannya” sambung Ayah lagi.

“Iya Mia, Kamu kok tiba-tiba jadi pendiam sih…?!” tambah Maia.

 

Apa yang akan Mia lakukan?

*Klik disini jika ia Masih tetap merahasiakan Penyakitnya.

*Klik disini jika ia Akhirnya Mau Memberitahu Ayah dan Maia

`~#~`———————————————–`~#~`

“PRE SALE @IAmHopeTheMovie yang akan tayang di bioskop mulai 18 februari 2016”

Dapatkan@GelangHarapan special edition #IAmHope hanya dengan membeli pre sale ini seharga Rp.150.000,- (untuk 1 gelang & 1 tiket menonton) di http://bit.ly/iamhoperk Dari #BraceletOfHope 100% & sebagian dari profit film akan disumbangkan untuk yayasan & penderita kanker sekaligus membantu kami membangun rumah singgah.

Yuk follow

Follow Twitter @Gelangharapan dan @Iamhopethemovie

Follow Instagram @Gelangharapan dan @iamhopethemovie

Follow Twitter @infouplek dan Instagram @Uplekpedia

—–~* #GelangHarapan #IamHOPETheMovie #BraceletofHOPE *~—–

   —–~* #WarriorOfHOPE #OneMillionHOPE #SpreadHope *~—–

 

Nih Sob teaser resmi #IAmHopeTheMovie

Dan ini soundtracknya yang dibawakan oleh RAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s