Mia Menceritakan kepada Keluarga tentang Penyakitnya

 

Ruang keluarga tiba-tiba   hening setelah aku menjelaskan keadaanku saat ini.

Aku bisa melihat rona terkejut di wajah Ayah dan Maia.

Tatapan mata mereka kosong…

 

Aku yakin, saat ini Ingatan masa lalu tentang Ibu pasti sedang terlintas dalam benak mereka.

“maafkan aku Ayah…..”

“maafkan aku Maia….”

“Aku merenggut kembali senyum kalian…..”

aku menangis

 

tiba – tiba Kurasakan sebuah sentuhan hangat di pundakku.

Maia Saudariku menatapku dengan hangat,

“Tidak apa Mia…., Kali ini Ayo kita pastikan kita menang melawan penyakit itu”

Ujarnya mantap.

Ayah memang tampak masih terkejut, tapi dari  sorot matanya Aku tau kalau ia setuju dengan apa yang dikatakan Maia.

MIA-and-maia-menguatkan

Secercah harapan mulai tumbuh dalam diriku.

Aku beruntung Ayah dan Maia Saudariku berhasil menyadarkan dan mengangkatku.

Pelan tapi pasti….

Maia mampu menuntun dan membawaku dalam jalan yang benar. Aku mulai bisa menerima Ujian yang tengah diberikan Tuhan.

“Aku Masih Optimis….”

……………………………………………………………………

Waktu terus berlalu,

Tabunganku semakin berkurang seiring dengan semakin seringnya aku melakukan terapi penyembuhan.

“Impian untuk mengadakan pertunjukan Teater rasanya semakin jauh saja”

Aku galau….

 

Saat itulah Maia, Sosok Saudari sekaligus Sahabat tampil.

Segala macam cara dilakukannya untuk menyadarkan dan mengarahkanku kembali.

Jika ucapan saja tidak cukup, maka tamparan pun akan Ia berikan untukku. Benar saja, cara itu terbukti berhasil membangunkanku sekali lagi.

terimakasih Maia…..

disaat hujan dan badai gelisah menghantamku, kamu selalu hadir untuk mengahapusnya selayaknya pelangi.

Terimakasih….

Maia-pelangi

……………………………………~*~……………………………………

Babak baru dalam hidupku pun dimulai.

Ucapan Maia telah membuka pikiranku.

“Tak perlu memaksakan diri untuk menabung jika memang sulit, Cari saja Produser yang tertarik dan mau membiayai Teater musikal itu

Aku rasa Itu adalah solusi terbaik untuk saat ini.

 

Berbagai tempat pun kemudian aku datangi.

Tidak mudah memang, tapi aku harus tetap berusaha, Aku tidak mau penyakit ini mengalahkanku.

“Aku harus optimis bisa membuat sebuah karya selama aku hidup.”

 

Pencarian itu mempertemukanku dengan David.

Seorang pemain teater yang punya sifat dan pandangan hidup yang simpel.

“Easy going” mungkin itu istilah kerennya saat ini.

MIA-n-David

Bersama dengannya hari-hari yang kujalani menjadi lebih menarik, semangat untuk hidup dan mewujudkan mimpiku pun semakin meningkat.

Berkatnya pula aku akhirnya berhasil menemukan Produser.

“Aku dan Harapanku”

Itulah judul Teater yang akan kupentaskan.

……………………………………~*~……………………………………

 

Waktu terus bergulir.

Semakin hari, penyakit kanker itu semakin menggerogoti tubuhku. Tapi aku tidak mau menyerah.

Kemoterapi pun berani aku lakukan untuk penyembuhan.

Sebagai gantinya, rambutku yang dulunya panjang kini telah habis tanpa sisa.

“Tak apa”

Karena prioritasku saat ini hanya kesembuhan.

……………………………………~*~……………………………………

 

Hari pementasan semakin dekat, karena itu latihan pun semakin intens.

Aku yang masih belum dalam kondisi prima terus memaksakan diri. Mempersiapkan teater bagiku lebih baik daripada hanya berbaring di dalam rumah sakit tanpa melakukan apa-apa.

Ayah yang semula menentangku pun akhirnya luluh, Ia mempercayakan seluruhnya kepadaku.

“Oke, silahkan lakukan apa yang kamu mau…., Ayah akan mendukungmu”

Begitu ucapnya.

 

Namun…

Sekali lagi tubuhku tidak bisa diajak kompromi, Aku terjatuh tak sadarkan diri saat mengawasi latihan akhir.

“Blaaam……!”

Pandanganku seketika gelap

……………………………………~*~……………………………………

Sekarang aku sudah berada di Rumah Sakit lagi.

Apa yang diceritakan Maia tadi membuatku Gelisah.

“Loe harus segera Operasi pengangkatan kanker Mia, Minggu depan.”

“t…tapi itu kan hari pementasan teater..?!” tolakku

“Nggak ada alasan Lagi. Titik!” bentaknya.

 

Memang aku adalah orang yang percaya dengan mimpi dan harapan, namun pasti ada suatu saat dimana kita berada pada titik jenuh

“Aku benar-benar lelah dengan semua ini..”

“Aku lelah melihat perjuangan Ayah dan Maia”

Itu yang selalu kurenungkan setiap saat.

“Oke… sekarang Aku sudah memutuskannya!”

 

Apa yang di putuskan Mia?

*Klik disini jika ia tidak mau melakukan Operasi.

*Klik disini jika ia Setuju Melakukan Operasi

`~#~`———————————————–`~#~`

“PRE SALE @IAmHopeTheMovie yang akan tayang di bioskop mulai 18 februari 2016”

Dapatkan@GelangHarapan special edition #IAmHope hanya dengan membeli pre sale ini seharga Rp.150.000,- (untuk 1 gelang & 1 tiket menonton) di http://bit.ly/iamhoperk Dari #BraceletOfHope 100% & sebagian dari profit film akan disumbangkan untuk yayasan & penderita kanker sekaligus membantu kami membangun rumah singgah.

Yuk follow

Follow Twitter @Gelangharapan dan @Iamhopethemovie

Follow Instagram @Gelangharapan dan @iamhopethemovie

Follow Twitter @infouplek dan Instagram @Uplekpedia

—–~* #GelangHarapan #IamHOPETheMovie #BraceletofHOPE *~—–

   —–~* #WarriorOfHOPE #OneMillionHOPE #SpreadHope *~—–

 

Nih Sob teaser resmi #IAmHopeTheMovie

Dan ini soundtracknya yang dibawakan oleh RAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s