Biar Waktu yang Menjawabnya…..

main c

“Bagaimana rasanya memasuki dunia yang sebelumnya tak pernah kita ketahui….?
Bagaimana rasanya ketika mengetahui orang terdekat kita ternyata punya rahasia besar yang belum diceritakan…?
Bagaimana rasanya mengetahui jika selama ini ada fakta mengejutkan yang disembunyikan oleh keluarga kita?”

————–||————–

3 pertanyaan tadi diatas adalah inti cerita dari novel (Bukan) Salah Waktu karya Nastiti Denny  pemenang unggulan lomba novel Wanita dalam Cerita yang diadakan oleh Penerbit Bentang Pustaka. Novel setebal 248 halaman ini menceritakan tentang kehidupan sepasang pengantin muda bernama Sekar dan Prabu yang penuh dengan hal tak terduga.

Jujur saja, awalnya aku sempat mengira kalau cerita novel ini akan membosankan. Tapi ternyata fakta berkata lain, Penulis dengan cermat memasukkan berbagai konflik di berbagai tempat sehingga membuat cerita berkembang semakin menarik.

 

Sisie, Sekar dan Mira. 3 sahabat (tak) terpisahkan…?!

Dengan perpaduan alur maju mundur  penceritaan menjadi lebih bervariasi dan tidak monoton.  Pembaca akan dibawa kedalam kisah masa lalu para tokohnya lewat tulisan yang dicetak miring. Cara seperti ini aku rasa sangat tepat, sebab seringkali aku lebih tergoda untuk mendahulukan membaca tulisan yang bertipe ‘Italic’ akibat penasaran dengan rahasia kehidupan tokoh utama novel ini.

bukan salah waktu caricature 3

Banyak pesan yang tersirat yang ingin disampaikan penulis lewat novel ini, mulai dari arti kebersamaan, pentingnya keterbukaan, trauma, bahkan keikhlasan. Hebatnya pesan yang disampaikan itu tidak hanya keluar dari mulut tokoh utama, bahkan dari mbok Ijah yang merupakan pembantu pun sebuah kata-kata mutiara bisa didapatkan

“urusan  masa lalu ndak Mbok pikirkan lagi, ndak bisa diulang, lalu diperbaiki juga, kan? Buat apa dipikir terus, malah jadi dendam. Ngerusak badan sendiri “
 (bukan) salah waktu hal. 135

 Namun walau begitu ada banyak kelebihan, tetap saja ada beberapa hal yang aku rasa kurang maksimal

Pertama, Judul dan Desain
Karena judulnya yang menggunakan tanda kurung aku menjadi sedikit kesulitan ketika melakukan pencarian judul novel  lewat komputer yang ada ditoko buku. Kemudian desain cover, warna dominan putih dan pink yang ditambah dengan gambar jam cantik ditengah-tengah buku, membuat novel ini terlihat  seperti novel remaja.

Kedua, Blurb
Pembaca tidak bisa mendapatkan info yang jelas  mengenai isi buku

Ketiga, Penokohan
Dalam cerita ini ada beberapa tokoh yang awalnya diperlihatkan akan punya peran besar (Rosa) namun ternyata sampai akhir cerita tidak ada.

Keempat, Ending
Endingnya memang bagus, tapi terlihat terlalu simple. Dampaknya pembaca jadi kurang merasakan sensas akhirnya, sehingga ending yang harusnya dapat meninggalkan kesan menarik menjadi terlihat biasa.

Nah.. Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, novel ini  tetap harus menjadi  bacaan bagi pasangan muda,
Mengapa…?
Sebab kehidupan rumah tangga yang diceritakan dalam (bukan) salah waktu ini adalah hal-hal yang real dan masuk akal.

Akhir kata, akan kupersembahkan Satu quote terbaik dari Nastiti Dennya untuk Sobat

 

Cinta terkadang memang sesederhana memaafkan masa lalu

Iklan

5 tanggapan untuk “Biar Waktu yang Menjawabnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s