Bangun Indonesia dengan Kurikulum Super dan Guru Hero!

Kurikulum Super & Guru Hero

Nggak terasa sudah hampir 6 tahun Ane lulus dari SMA, waktu benar – benar telah berlalu dengan begitu cepat, tapi walau begitu waktu tetap nggak bisa membuat Ane lupa dengan masa yang sering di sebut sebagai ‘masa pencarian jati diri’ itu.
Satu fakta yang Ane pegang sampai saat ini adalah “ Ane bisa menjadi menemukan jati diri yang sesungguhnya berkat dorongan Guru” Entah bagaimana jadinya Ane kalau nggak bertemu mereka.

Nggak seperti kebanyakan orang lainnya, setamat SD di Lombok Ane berangkat menuntut ilmu di Pondok Pesantren di Jawa Barat. Sebuah keputusan paling berani yang pernah Ane ambil, sebab selama ini Ane nggak pernah jauh dari Orangtua, bahkan Ayah dan Ibu sendiri pun nggak percaya dengan keputusan spontan Anak manja mereka.

Akhirnya setelah berhasil meyakinkan orang tua, Ane pun sukses diterima sebagai siswa baru di Pondok. Bertemu dengan banyak orang baru dari seluruh penjuru Indonesia bahkan Asia plus jauh dari orang tua membuat Ane sempat down, namun akhirnya berkat motivasi yang kuat dari guru dan teman seperjuangan Ane akhirnya bisa bertahan selama 6 tahun (sampai lulus loh).
Tinggal di asrama bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia (belakangan semakin banyak murid dari mesir dan Afrika Selatan yang masuk)  membuat Ane banyak mendapat pengetahuan tentang cara adaptasi dan cara belajar masing-masing orang.

‘Bosan dengan pelajaran’ itu adalah masalah utama yang harus  Ane  hadapi waktu berada dalam pondok,
Kok bisa ? yah itu Mungkin gara-gara pelajaran dan lingkungannya terlalu monoton sehingga terasa membosankan (Ane yakin itu adalah alasan yang tepat waktu itu)
Tapi ternyata pemikiran Ane salah,  karena pelajaran yang membosankan itu malah semakin banyak Ane temukan dalam dunia perkuliahan yang 180 derajat berbeda dengan pondok. “kenapa semua pelajaran masih begitu membosankan? Padahal sekarang Ane sudah tidak dalam pondok lagi? Dan Lingkungan sudah berbeda?” pertanyaan seperti itu semakin banyak muncul dalam pikiran Ane.
Akhirnya setelah direnungkan ada beberapa hal yang menurut Ane membuat pelajaran itu menjadi membosankan

Materi pelajaran terlalu Kaku

  • Seringkali dalam materi pelajaran yang tercetak dalam buku pelajaran tampak menumpuk tumpang tindih dan tidak teratur.
  • Materi pelajaran yang ditampilkan menggunakan bahasa yang tinggi, sehingga menyulitkan pelajar memahami makna yang dimaksud.
  • Materi pelajaran kurang membuat berkembang, karena terlalu baku.

Materi pelajaran yang memaksa untuk dihafal

  • Dalam ujian, seringkali yang mendapat nilai terbaik adalah mereka yang mengisi jawaban persis seperti teks buku, ini seakan suruhan secara halus kepada pelajar untuk menghafal mati materi pelajaran.

Materi pelajaran kurang interaktif

  • Salah satu cara untuk belajar dengan  baik adalah dengan memberikan materi yang mampu mengajak pembacanya semangat dan aktif. Nah materi yang selama ini ane baca kurang menarik, tak jarang Ane dan teman-teman mengantuk ketika membaca materi pelajaran.


Bagi Ane ini adalah faktor penentu, sebab sebagus apapun materi yang kita punya nggak akan punya arti apa-apa kalau nggak bisa disampaikan, nah karena itu peran Guru  disini sebagai mediator sangat vital.
Dulu sewaktu di pondok Ane sudah melihat berbagai jenis guru, ada guru yang total banget dalam mengajar sampai-sampai membuat sendiri alat peraga, ada yang setengah hati mengajar, ada yang dalam menjelaskan nggak pernah jelas, sampai yang selalu marah-marah dalam kelas. Di dunia kampus pun sama, ada banyak jenis Dosen. Dari yang hobi memberikan tugas, curhat di kelas, Cuma bagiin fotocopy, sampai  yang terlalu semangat ngajar.
Tapi terlepas dari itu semua, Guru dan Dosen adalah faktor kunci  yang menentukan keberhasilan pendidikan di Indonesia, oleh sebab itu perhatian pemerintah kepada mereka harus lebih ditingkatkan.
Dari perjalanan Ane di Pondok dan Dunia Kampus, Ane menyimpulkan ada beberapa hal yang sering membuat guru dan dosen tidak dapat bekerja secara maksimal

Mereka mengajar tidak sesuai dengan bidang mereka

  • Hal ini sering Ane temui sewaktu di pondok, karena jumlah siswa yang mencapai ribuan tidak mungkin dapat diatasi dengan jumlah guru yang hanya dua ratusan, akhirnya ada kebijakan yang membuat beberapa guru memegang beberapa mata pelajaran sekaligus.
  • Secara kasat mata pelajaran mungkin tampak tersampaikan, tapi sebenarnya bagi kami yang mengalami proses belajar seperti itu hanya seperti dibacakan buku teks saja, karena tidak ada pengetahuan lebih yang diberikan.
  • Banyak pertanyaan kadang tidak bisa dijawab oleh guru pengganti seperti ini, sehingga proses pembelajaran menjadi tidak kondusif

Tidak seimbangnya jumlah murid dan guru/dosen

  • Ketika berada dalam satu kelas yang isinya sangat banyak, Ane ga akan bisa konsentrasi, karena pasti apa yang disampaikan oleh guru/dosen di depan akan terganggu.

Jumlah penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan

  • Ini yang paling klise, tapi inilah faktor yang paling sering temui dimana-mana, di pondok misalnya ada guru yang di dalam kelas mengajar sambil menawarkan barang yang dijualnya, sedangkan di dunia kampus ada dosen yang buru-buru meninggalkan ruang kuliahnya karena ada janji bisnis.

semua faktor itu bukanlah hal yang baru, karena itu Ane berharap pemerintah dapat sesegera mungkin memberikan solusi terhadap hal ini.
Bagi Ane pribadi faktor Guru adalah yang paling penting, mengapa  ? karena Ane telah melihat sendiri sosok guru hebat yang mampu menyampaikan materi yang masuk kategori membosankan dengan cara sangat menarik sehingga seisi kelas dapat berubah menjadi bersemangat untuk ikut aktif  berpartisipasi. Sebenarnya tak ada hal istimewa yang dilakukannya, hanya hal  – hal kecil tapi memiliki dampak besar dalam proses pembelajaran, berikut adalah yang dilakukan guru itu

  • Selalu memberikan kata-kata positif, beliau selalu menganggap kami sebagai sahabatnya, sehingga teguran yang keluar darinya terdengar seperti nasehat positif
  • Selalu memperhatikan hal – hal kecil, seperti mengapa “hari ini si A jarang tersenyum” atau “ kemarin si B jalan-jalan di taman sama cewek ya ^_^ “ kami menjadi lebih dekat dengannya
  • Selalu ada penghargaan bagi kami yang punya prestasi
  • Selalu siap memberikan solusi dari kebimbangan kami

Walaupun terdengar biasa, tapi perlakuan seperti itulah yang membuat kami bersemangat dan semakin ingin menjadi lebih baik, karena itu Ane berharap semoga seluruh guru di Indonesia bisa menjadi guru terbaik bagi siswanya sehingga kelak Indonesia akan dipenuhi oleh generasi yang berprestasi yang selalu berpikiran positif. Amin amin amin.

Sebuah puisi persembahan untuk semua Guru di Indonesia (khususnya yang udah mendidik Ane)

Guruku Pahlawanku

by. Firstwinner.wordpress.com

 

dulu …..

kau tampak menakutkan,

bagi kami…..

egois itu adalah dirimu

galak itu adalah dirimu

 

tak pernah kami merasa disayangi olehmu

karena bersamamu kami selalu dilanda ketakutan

perlahan kami

jadi tak suka padamu

jadi membencimu

 

tapi itu cerita dulu…..

sebuah masa yang sudah kami lupakan

sekarang kami sadari…..

semua itu adalah topeng yang Engkau kenakan

untuk mendorong kami agar dapat menjadi lebih baik

 

guruku…..

terimakasih atas semua yang telah dikorbankan

untuk kami…..

Engkau kini tampak layaknya Pahlawan

Yang terus membuat kami ingin berkembang menjadi lebih baik

Iklan

9 Comments Add yours

  1. citut paling cute berkata:

    gak setuju saiaa ma soalnya… !!! #protesMenggebu2ceritanya*

  2. tasya berkata:

    wah anak pondok juga ya ka..
    btw dulu mondok dimana?? aq juga anak pondok ^_^
    hm…. artikelnya boleh juga nih

    1. ladanghoki berkata:

      di jawa barat sista ^_^
      kalo tasya sendiri dimana???
      tengkyu ya udah mampir kesini

  3. shanks si... berkata:

    ayo ayo indonesia pasti Bisa!!!!

    1. ladanghoki berkata:

      yo yo yo
      Indonesia Pasti bisa!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. luna Qiu berkata:

    yang aq liat saat ini sih faktor yang no 2, karena masih banyak guru di Indonesia yang kesejahtraannya masih kurang. smog kedepan pemerintah smakin mengapresiasi pahlawan bangsa ini, amin

    1. ladanghoki berkata:

      iya sih gan, emang dari dulu selalu itu yang menjadi masalah utama. semoga pemerintah bisa semakin cepat mengatasi hal ini, karena ditangan merekalah kesejahtraan pahlawan tanpa tanda jasa ditentukan.
      hidup guru, hidup Indonesia

      1. blogger berkata:

        itu semua desain gambarnya pakai software apa?
        ada situs2 yg ngajarin bwt kayak itu nggak?

      2. ladanghoki berkata:

        semuanya buat manual gan, buat pake photoshop ^_^
        tengkyu udah berkunjung ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s